SEJARAH

SEJARAH LPPM

Secara historis, keberadaan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IAIN Padangsidimpuan berawal dari perjalanan yang cukup berarti dan panjang. Hal ini tentu tidak terlepas dari status kelembagaan IAIN Padangsidimpuan yang pada awalnya adalah Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Padangsidimpuan. Pada tahun 1968, Fakultas Tarbiyah UNUSU dinegerikan menjadi Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat. Setelah 5 Tahun berlalu, sejalan dengan didirikannya IAIN Sumatera Utara Medan pada tahun 1973, maka Fakultas Tarbiyah ini menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara di Padangsidimpuan. Selama kurang lebih 24 tahun berjalan, kemudian dalam perkembangan sistem pendidikan nasional dan kebijakan Mendiknas tahun 1997, melarang adanya fakultas cabang dan dua fakultas  yang sama   pada satu institut atau universitas, maka Fakultas Tarbiyah ini berubah lagi menjadi STAIN Padangsidimpuan. Pada saat STAIN Padangsidimpuan, nama LPPM-nya disebut Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) yang menangani masalah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam perkembangan berikut keluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 52 tahun 2013 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Padangsidempuan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan ; dan lahirnya Peraturan Menteri Agama RI No 93 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Padangsidimpuan, P3M berubah menjadi  Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) yang menaungi 3 Pusat: Pusat Penelitian dan Penerbitan, Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pusat Studi Gender dan Anak yang organisasinya dilengkapi secara utuh pada awal tahun 2014.

 

SUMBER  © PROFIL LPPM